Islam merupakan seperangkat peraturan yang sudah lengkap dan diharuskan bagi pemeluknya untuk mengatur keberlangsungan kehidupan dengan aturan tersebut. Meskipun sebagian besar masyarakat yang memeluk Islam malah meninggalkannya bahkan berani melanggar aturan dengan menyelenggarakan pernikahan beda agama, melangsungkan pernikahan yang disertai ikhtilat dan pelanggaran lainnya, tetapi hukum Islam tetap harus wajib ditaati.

Hukum Foto Prewedding
Berfoto sebelum ada ikatan pernikahan harus sesuai ketentuan syariat. Sumber Unsplash

Ulama-ulama saat ini berkerja keras dalam menyelesaikan masalah keagamaan yang semakin kompleks. Berbagai cabang ilmu fikih mulai di gali untuk megatasi permasalahan umat. Salah satu masalah kontemporer yang belum pernah dibahas oleh ulama masa lampai adalah hukum foto prewedding.

Fenomena Foto Prewedding

Foto prewedding adalah kegiatan fotografi dengan tema dan nuansa tertentu yang di laksanakan oleh calon mempelai pengantin pria dan wanita. Tujuan dari foto prewedding biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat undangan baik undangan cetak maupun undangan digital.

Kegiatan tersebut memang dilaksanakan sebelum kedua mempelai melaksanakan ijab qabul. Artinya kedua mempelai belum memiliki ikatan perkawinan yang sah. Dari kondisi inlah timbul berbagai pro dan kontra di masyarkat. Sekelompok ulama Sumatera Utara yang ada di jajaran MUI Sumatra Utara dan juga Forum Bahtslul Masail Putri di Ponpes Lirboyo pada 2010 memutuskan bahwa hukum foto prewedding adalah haram.

Hukum Foto Prewedding Haram? Ini Sebabnya

Ada beberapa sebab yang menjadikan foto prewedding diharamkan.

1. Tabarruj

Di dalam foto prewedding biasanya ditampilkan foto dengan busana yang glamour dan cenderung menarik perhatian. Dan dalam Islam wanita dilarang bersolek, berpakaian dan bertingkah laku yang mengundang perhatian lawan jenis. Allah memerintahkan pada para wanita,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33).

Maka demi kemuliaan martabat wanita, kaum hawa di dalam Islam dibatasi dalam brbusana dan bertingkah laku. Dan syarat pakaian muslimah yang dikenakan harus sesuai ketentuan dalil syariat.

2. Ikhtilat

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa di dalam foto prewedding akan ditampilkan sepasang calon pengantin yang belum halal atau belum sah hubungannya. Dan perkara seperti ini terhitung pernuatan khalwat. Larangan berkhalwat ada pada riwayat sebagai berikut:

Dari ‘Umar bin Al Khottob, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

Janganlah salah seorang di antara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad)

3. Bersentuhan Dengan Yang Bukan Mahram

Pada foto prewedding biasanya juga menampilkan adegan mesra pasangan yang belum halal. Meskipun adegan mesra tersebut masih dalam batasan wajar dalam pandangan masyarakat umum misalnya bergandengan tangan, akan tetapi hal tersebut tetap dilarang oleh hukum syariat karena belum halalnya pasangan tersebut. Seseorang yang tidak memiliki ikatan mahram atau ikatan hubungan halal (pernikahan) maka dilarang bersentuhan antara pria dan wanitanya.

Rasulullah menyampaikan larangan bersentuhan dengan lawan jenis dengan hadits di bawah ini:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni).

4. Bermaksiat

Beberapa poin lainnya yang menjadikan foto prewedding adalah haram karena adanya aktivitas bermaksiat kepada Allah. Bentuk kemaksiatan itu bisa berupa memperlihatkan aurat atau menggunakan pakaian yang tidak memenuhi standar syariat. Bisa juga kemaksiatan berupa perbuatan yang diharamkan misalnya saling berpelukan atau perbuatan yang mendekati zina.

Dalam perkara ini Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32).

Atau bisa pula melakukan adegan berciuman pada saat pengambilan gambar. Ada hadits yang menyebutkan hal ini,

أَنَّ رَجُلاً أَصَابَ مِنَ امْرَأَةٍ قُبْلَةً ، فَأَتَى النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَأَخْبَرَهُ ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ ( أَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ) . فَقَالَ الرَّجُلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلِى هَذَا قَالَ « لِجَمِيعِ أُمَّتِى كُلِّهِمْ »

Ada seseorang yang sengaja mencium seorang wanita (non mahram yang tidak halal baginya), lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan tentang yang ia lakukan. Maka turunlah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam.” (QS. Hud: 114). Laki-laki tersebut lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah pengampunan dosa seperti itu hanya khusus untuk aku?” Beliau bersabda, “Untuk seluruh umatku.” (HR. Bukhari no. 526 dan Muslim no. 2763)

Solusi

Foto prewedding yang memenuhi unsur diatas menjadi haram ketika seseorang melaksanakan atau membuatnya. Akan tetapi sebenarnya kita bisa melakukan sesi pemotretan dengan angel, seting dan nuansa yang berbeda. Bisa saja melangsungkan sesi pemotretan prewedding tanpa harus bersentuhan, tanpa harus berduaan, tidak tabarruj dan memakai pakaian yang tidak melanggar hukum syara’. Alternatif lainnya adalah foto mempelai pria pada undangan terpisah gambarnya dengan mempelai wanita.

hukum foto Prewedding
Foto preweding haram jika ada ketentuan syariat yang dilanggar. Sumber Unsplash

Hal tersebut tentu saja dobolehkan dalam agama Islam. Dan konsep prewedding sesuai syariat inilah yang dijadikan acuan penyedia jasa layanan undangan digital Jogja ketika menerima permintaan foto preweding dari pelanggan. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa foto prewedding tidak haram secara mutlak. Kita bisa menyesuaikan dengan tuntunan syariat dalam membuatnya.