Pernikahan adalah sesuatu yang senantiasa di dambakan bagi setiap pasangan yang ingin segera menghalalkan hubungannya. Dalam persiapan melangsungkan pernikahan maka banyak sekali urusan yang harus diselesaikan dan diperisapkan. Dari menentukan pilihan tempat untuk resepsi pernikahan sampai pada jenis barang yang dijadikan mahar dalam pernikahan.

Mahar dalam pernikahan Islam adalah merupakan syarat pernikahan. Dan jika pernikahan tidak memenuhi syarat sahnya pernikahan maka pernikahan tersebut dianggap batal dengan sendirinya. Oleh karenanya keberadaan mahar sangat penting dalam pernikahan apalagi jika pernikahan tersebut merupakan pernikahan konsep syar’i.

Pengertian Mahar Dalam Pernikahan Islam

Mahar merupakan pemberian sejumlah harta atau sesuatu yang bernilai dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan pada saat pernikahan. Pemberian mahar tersebut bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Senagaimana yang dikelaskan dalampenggalan ayat Al Qur’an berikut.

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” ( QS Annisa : 4)

Tujuan pemberian mahar pada pernikahan Islam adalah sebagai bentuk penghormatan pada wanita. Dan tujuan pernikahan sendiri adalah bukan semata-mata mendapatkan mahar karena mahar sendiri merupakan sarana pernikahan.

Jenis Mahar Dalam Pernikahan Islam
Rasulullah pernah menikahkan putrinya dengan Sahabat Ali dengan maskawin baju zirah. Sumber Unsplash

Jenis Mahar Dalam Pernikahan Islam

Di dalam pernikahan ada berbagai jenis barang yang dipakai sebagai mahar. Dan biasanya barang yang dipakai adalah perhiasan berupa kalung, gelang atau cincin. Atau bisa juga dengan perlengkapan sholat dan barang lainnya.

Akan tetapi tradisi pernikahan muslim di berbagai negara berbeda-beda maka bentuk mahar pun bisa berbeda pula. Sebenarnya di dalam Islam tidak ditentukan barang seperti apa yang dapat dijadikan mahar pernikahan.

Jenis Mahar Dalam Pernikahan Yang Tak Lazim

Di bawah ini ada beberapa benda atau hal yang bernilai yang pernah di jadikan mahar dalam pernikahan Islam selain perhiasan atau selain barang yang umum dijadikan mahar.

Baju Besi

Baju besi atau Zirah merupakan baju yang terbuat dari besi dan hanya dipakai ketika berperang. Dan baju besi ini pernah dijadikan mahar oleh Ali bin Abi Thalib ketika menikahi Fatimah putri Rasulullah. Hal ini pernah dikisahkan pada riwayat berikut.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, ‘‘Setelah Ali menikah dengan Fatimah, Rasulullah SAW mengatakan kepadanya, “Berikanlah sesuatu padanya (Fathimah).’’ Ali menjawab: Aku tidak punya sesuatu pun.’ Maka beliau saw bersabda, ‘Dimana baju besimu? Berikan baju besimu itu padanya.’ Maka Ali kemudian memberikan baju besinya pada Fatimah. (HR Abu Dawud & Nasa’i).

Balas Jasa Atau Bekerja

Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa Nabi Musa Alaihissalam pernah diminta oleh Nabi Syu’aib untuk menikahi salah sayu putrinya tapi dengan syarat Nabi Musa harus bekerja kepada Nabi Syu’aib selama delapan tahun.

Tentang mahar dari Nabi Musa ini diceritakan dalam ayat Al Qur’an berikut ini.

قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَىٰ أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ ۖ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ

Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik” (QS Al-Qoshosh : 27)

Hafalan Al Qur’an

Jenis mahar dalam pernikahan ini pernah di pakai pada masa Rasulullah dan justru populer di kalangan hafiz Qur’an masa sekarang. Dikisahkan ada seorang pria yang meminta untuk dinikahkan oleh Rasulullah saw, namun dia tidak memiliki apapun sebagai mahar, walaupun hanya sebuah cincin dari besi.

Lalu Rasulullah bertanya padanya, ‘Apakah Kamu menghafal Al-Qur’an?’ Ia menjawab, ‘Ya, aku hafal surat ini & surat itu (dia menyebutkan beberapa surat di dalam Al-Qur’an). ‘Maka beliau saw bersabda, ‘Aku menikahkan Kamu dengannya dengan mahar berupa surat Al-Quran yang Kamu hafal itu’. (disarikan dari hadits yang cukup panjang di dalam Kitab Shahih Bukhari no: 1587).

Mengajarkan Al Qur’an

Nabi juga membolehkan penggunaan jenis mahar dalam pernikahan berupa ketrampilan mengajarkan Al Qur’an. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad pada hadits berikut.

Bergegaslah & ajarkan dia dua puluh ayat, maka dia resmi menjadi istrimu.’ (HR Bukhari)

Jenis mahar Dalam Pernikahan
Membacakan hafalan Al Quran adalah saah satu mahar terbaik untuk menikah. Sumber Unsplash

Membebaskan Status Budak

Membebaskan budak dan menikahinya merupakan perbuatan yang sangat mulia. Hal ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah berikut.


حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا عَبْثَرٌ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَعْتَقَ جَارِيَتَهُ وَتَزَوَّجَهَا كَانَ لَهُ أَجْرَانِ

Barangsiapa yg membebaskan budak wanita & menikahinya, maka baginya dua pahala. (HR. Abu Daud No.1757).

Selain itu pembebasan budak tersebut juga sudah termasuk dalam mahar pernikahan dan dibolehkan dalam Islam.


حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ وَعَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْتَقَ صَفِيَّةَ وَجَعَلَ عِتْقَهَا صَدَاقَهَا

telah membebaskan Shafiyyah & menjadikan pembebasannya sebagai maharnya. (HR. Abudaud No.1758).

Demikian jenis mahar pernikahan dalam Islam dan untuk masa sekarang mahar yang sering digunakan adalah berupa harta benda dalam hal ini perhiasan dan juga ada sebagian dari kalangan kaum muslim menggunakan mahar berupa hafalan salah satu surat Al Qur’an.