Menikah adalah sesuatu yang di idam-idamkan oleh sebagian besar pemuda dan pemudi. Karena dengan menikah segala sesuatu yang tadinya adalah haram mutlak maka dengan adanya ikatan pernikahan hukumnya menjadi halal bahkan bisa berpahala. Meskipun begitu ada pula sebagian dari anak muda menunda-nunda pernikahan dengan berbagai alasan. Sebenarnya kapan sebaiknya menikah ?

Jika dilihat dari sejarah Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam, beliu menikah di usianya yang ke 25 dengan mempersunting janda Khadijah Al Kubro. Apakah dengan demikian usia pemuda menikah ideal adalah usia 25 ? Ternyata tidak demikian. Meskipun Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam menikah pada usia 25 bukan berarti setiap pemuda di usia 25 akan memiliki kesiapan ketika diharuskan menikah.

 Kapan Sebaiknya Menikah
Menikah menjadikan hubugan haram dan berdosa berubah menjadi penuh berkah dan pahala. Sumber Unsplash

Pada artikel website undangan digital Jogja kali ini akan diulas mengenai beberapa poin penyebab seseorang harus disegerakan untuk menikah.

Ketika Mencintai Seseorang

Seseorang yang sedang jatuh cinta kepada orang lain sebaiknya di segerakan untuk melangsungkan pernikahan. Hal ini sesuai dengan hadits berikut ini.

Hadis yang disampaikan oleh Ma’qal ibn Yasar yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

تَزَوَّجُوا الْوَلُودَ ، الْوَدُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ

Artinya: nikahi kalian yang subur dan yang cinta, karena aku ingin banyak keturunan (di akhirat). (HR. Al-Nasa’i)

Pesan Rasulullah Saw. di atas adalah perintah untuk menikah kepada yang subur dan juga segera menikah bagi yang memiliki cinta kasih. Bahkan dalam sebuah kisah, Rasulullah Saw sampai tiga kali menolak seorang pemuda yang ingin menikah tapi tidak memenuhi ketentuan di atas.

Sehingga cinta kasih bisa menjadi acuan untuk segera menyelenggarakan pernikahan. Dan pernikahan terssebut bukanlah pernikahan yang mungkar seperti pernikahan beda agama selain itu pernikahan hanya untuk mencapai keridhaan Allah ta’ala.

Ketika Mampu

Seseorang yang telah mampu juga disarankan untuk segera menikah. Hal ini sesuai dengan hadis yang disampaikan oleh sahabat Abdullah ibn Mas’ud yang mendengar Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam. bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Hai pemuda, siapa di antara kalian yang telah mampu maka menikahlah. Menikah itu menundukkan pandangan dan lebih baik untuk kemaluan. Namun siapa yang belum mampu maka hendaknya ia puasa, karena itu lebih baik baginya. (HR. Al-Bukhari)

Kemampuan disini selain kemampuan dalam hal mental juga mampu menafkahi istri dan juga keluarga yang nantinya dibamgun. Besar nafkah menurut Rasuullah adalah sesuai dengan standar kepatutan setempat karena di tiap daerah bisa jadi akan berbeda-beda.

Takut Terjerumus Dalam Zina

Saat ini pergaulan antara pria dan wanita seolah sudah tidak ada batasannya. Berperilaku mesra-mesraan di depan umum bukan menjadi aib lagi meskipun belum ada ikatan pernikahan. Mengenai hal ini Islam sebenarnya sudah memberikan solusi yakni pernikahan.

Imam As-Syaukani mengatakan,

وأما وجوبه على من خشي الوقوع في المعصية فلأن اجنتاب الحرام واجب وإذا لم يتم الاجنتاب إلا بالنكاح كان واجبا وعلى ذلك تحمل الأحاديث المقتضية لوجوب النكاح …

Tentang hukum wajibnya nikah bagi yang takut terjerumus ke dalam maksiat, karena menjauhi yang haram hukumnya wajib. Jika menjauhi yang haram tidak bisa dilakukan kecuali melalui nikah, maka nikah hukumnya wajib. Hadis-hadis yang menunjukkan wajibnya menikah, dipahami demikian. (ad-Darari al-Mudhiah, 1/177)

Dari redaksi perkataan imam As Syaukani bisa di ambil kesinpulan bahwa seseorang yng mengkhawatirkan terjadinya zina pada dirinya maka ia memiliki kewajiban untuk segeramelangsungkan pernikahan. Hal senada juga disampaikan oleh Imam Al Qurtubi.

 Kapan Sebaiknya Menikah
Pemuda yang memiliki kemampuan menikah hendaknya menikah. Sumber Unsplash

Al Qurtubi berkata: “Seorang yang mampu dan khawatir terhadap dirinya dan agamanya untuk menjaga keperjakaannya, kehawatiran tersebut tidak bisa dihilangkan kecuali dengan menikah dan tidak ada perbedaan akan wajibnya menikah baginya”.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan kapan sebaiknya menikah bagi seseorang yang ada dalam kriteria tersebut. Dengan niat dan kesugguhan hanya untuk meraih ridha Allah Ta’ala maka pernikahan Insya Allah akan dipermudah oleh Allah Ta’ala. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel tentang nikah mut’ah pada halaman website undangan digital Jogja ini. Terima kasih.