Islam sungguh agama yang memancarkan aturan yang dapat menempatkan manusia pada posisi yang mulia. Seperti halnya wanita, yang dipandang sebagai makhluk yang lemah tetapi di dalam Islam wanita sangat dimuliakan. Bahkan dalam memuliakannya Allah memberikan syarat pakaian muslimah yang diharuskan menutup aurat. Termasuk apa yang akan menjadi pembahasan kita pada artikel ini yakni leutamaan menikahi janda dalam Islam dengan berbagai penjelasannya.

Janda suatu predikat yang semua wanita tidak mau mengemban redikat itu, kadang dianggap oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang miring, marginal, tabu dan sebagainya. Namun Allah Ta’ala memberikan ujian kepada hamba Nya dengan bentuk yang berbeda-beda. Dan salah satu ujuanNya adalah disandangnya predikat janda pada diri kaum wanita.

Janda

Keutamaan Menikahi Janda
Wanita biasanya malu menawarkan diri untuk dinikahi. Apalagi sebagai seorang janda. Sumber Unsplash

Janda adalah predikat bagi seorang wanita yang dia dulunya memiliki suami tetapi berpisah dan kini tidak memiliki suami karena salah satu dari dua hal :

  • Ditinggal mati oleh suami atau biasa disebut dengan cerai mati, baik ia sudah memiliki anak sehingga meninggalkan anak yatim atau belum memiliki anak. Maka dalam hal ini anak tidak memiliki ayah yang menanggung kebutuhannya.
  • Cerai karena memang sudah tidak ada kecocokan untuk melanjutkan hidup bersama sehingga memutuskan untuk berpisah baik yang menginginkan pihak suami atau pihak istri. Jika mereka telah dikaruniai anak maka ayah masih berkewajiban menanggung kebutuhan anaknya meskipun telah berpisah.

Karena kondisi itulah terkadang sebagian orang menganggap janda adalah ‘wanita kelas dua’. Padahal status mereka bisa jadi bukan karena keinginannya tetapi karena nasib telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Karena kesalahan pemahaman itulah terkadang menikahi janda adalah sesuatu yang dihindari oleh sebagian orang.

Keutamaan Menikahi Janda

Ternyata di dalam islam apapun pilihannya jika pilihan tersebut baik maka akan mendapatkan keutamaan-keutamaan termasuk dalam hal memilih jodoh seorang janda. Menikahi janda dalam Islam ternyata akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang tidak akan ada jika menikahi gadis. Pada artikel undangan digital Jogja kali ini kan mengulas keutamaan menikahi janda pada point-point berikut ini.

1. Mendapat Pahala Memelihara Anak Yatim

Ada keutamaan tersendiri bagi seseorang yang menikahi janda karena ingin menolong anaknya, yang biasa disebut anak yatim. Dan tentu saja dalam hal ini jika ia menikahi janda yang cerai mati atau janda yang ditinggal mati suaminya. Sebagaimana keutamaan besar dalam menyantuni anak yatim.

Dari Sahl Ibnu Sa’ad, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا » . وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى ، وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.” [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, namun beliau regangkan antara keduanya]. (HR. Bukhari no. 5304).

Dari penuturan hadits di atas bisa digambarkan bahwa seseorang pemuda yang menikahi janda yang memiliki anak yatim yang masih perlu di nafkahi akan mendapatkan imbalan surga. Dan anak yatim tersebut haruslah anak yag belum mampu menafkahi dirinya sendiri atau masih kecil.

2. Mendapat Pahala Menafkahi Orang Miskin

Terkadang seorang wanita yang ditinggal suamiya karena cerai atau mati akan menjadi miskin dikarenakan ia tidak ada lagi yang memberinya nafkah. Karena sifat wanita yang pemalu mereka tidak mau menawarkan diri untuk dinikahi meskipun wanita menawarkan diri untuk dinikahi di dalam Islam diperbolehkan. Dan akhirnya sendiri dalam kemiskinannya.

Maka ketahuilah wahai pemuda! Menikahi janda yang miskin memiliki keutamaan. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :

السَّاعِي عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمَسَاكِيْنِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَكَالَّذِي يَصُوْمُ النَّهَارَ وَيَقُوْمُ اللَّيْلَ

Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.” (HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982)

3. Mencontoh Kepada Rasulullah

Allah Ta’ala berfirman dalam salah satu ayat,

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk : 2)

Tentang ayat di atas, Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata,

أخلصُه وأصوبُه . وقال : إنَّ العملَ إذا كان خالصاً ، ولم يكن صواباً ، لم يقبل ، وإذا كان صواباً ، ولم يكن خالصاً ، لم يقبل حتّى يكونَ خالصاً صواباً ، قال : والخالصُ إذا كان لله عز وجل ، والصَّوابُ إذا كان على السُّنَّة

(Yaitu amal) yang paling ikhlas dan paling benar.” Beliau rahimahullah menjelaskan, “Sesungguhnya apabila suatu amalan sudah dilakukan dengan ikhlas, namun tidak benar, maka amalan tersebut tidak diterima. Dan apabila amalan tersebut sudah benar, namun tidak ikhlas, maka amalan tersebut juga tidak diterima, sampai amalan tersebut ikhlas dan benar. Ikhlas jika ditujukan kepada Allah Ta’ala, dan benar jika sesuai dengan sunah (tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam, 1: 72)

karena itulah ada kaidah sebagai berikut :

إصابة السنة أفضل من كثرة العمل

Mengikuti sunah itu lebih utama daripada memperbanyak amal.

Keutamaan Menikahi Janda
Janda yang kesusahan selalu mengharapkan pengganti suami yang baik. Sumber Unsplash

Dan kita tahu dalam sirah nabawiyah bahwa Rasulullah menikahi banyak janda miskin dan bagi siapa saja yang menikahi janda miskin karena bertujun untuk menafkahinya atau bertujuan untuk mengampu anaknya yang yatim maka ia telah mencontoh sunah yang telah dikerjakan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian ia memiliki derajat yang lebih tinggi di hadapan Allah Ta’ala.

Menikahi janda dalam Islam yang akan mendatangkan keberkahan dan memperoleh keutamaan-keutamaan jika bukan merupakan pernikahan beda agama dan dilakukan dengan nit karena Allah Ta’ala.