Dalam suatu pernikahan, sebelum terjadinya pernikahan harus ada proses lamaran. Lamaran tidak harus diinisiasi oleh pihak pria saja tetapi wanita menawarkan diri untuk dinikahi juga diperbolehkan di dalam Islam. Yang akan menjadi pembahasan disini adalah bagaimana jika pihak wanita menolak lamaran pria yang melamarnya?

 Menolak Lamaran Pria
Pernikahan harus dilaksanakan oleh pasangan yang cocok. Sumber Unsplash

Artikel Undangan Digital Jogja pada kali ini akan membahas tentang hal penolakan lamaran oleh pihal waniya. Memang di dalam suatu perjodohan menolak lamaran merupakan hal yang sudah biasa. Bahkan yang sudah menikah dan berkeluarga saja bisa berpisah karena ketidakcocokan. Lantas bagaimana menolak lamaran pria dalam pandangan Islam? Bukabkah menolak lamaran sama halnya menunda sesuatu yang baik dalam hal ini adalah pernikahan. Ini penjelasannya.

Menikah Harus Mempertimbangkan Pilihan

Seorang pria berhak untuk memilih wanita mana saja yang akan dilamar. Akan tetapi ia tidak bisa menentukan keberhasilan lamarannya karena pihak wanita juga memiliki hak untuk menolak atau menerima.

Ada riwayat dari Ibnu Abbas yang mengisahkan hal berikut : Seorang sahabat sangat soleh, dijamin masuk surga oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namanya Tsabit bin Qais bin Syammas menikah dengan Jamilah bintu Abdillah. Suatu ketika Jamilah pernah melihat suaminya berjalan bersama deretan para sahabat. Dia terheran, tidak ada pria yang lebih jelek dari pada suaminya. Hingga dia merasa tidak tahan untuk bersama Tsabit, karena takut tidak bisa menunaikan hak suaminya.

Jamilah bintu Abdillah lapor kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ أَمَا إِنِّى مَا أَعِيبُ عَلَيْهِ فِى خُلُقٍ وَلاَ دِينٍ وَلَكِنِّى أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِى الإِسْلاَمِ

Ya Rasulullah, Tsabit bin Qais, saya sama sekali tidak membenci keindahan akhlak dan agamanya yang bagus. Namun saya khawatir kufur dalam islam. (HR. Bukhari 5273, Nasai 3476, dan yang lainnya).

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh Jamilah bintu Abdillah untuk mengembalikan maharnya. Lalu Tsabit diminta menjatuhkan talak untuknya.

Dari riwayat diatas bisa digambarkan bahwa seorang wanita boleh memiliki standar kriteria dalam memilih pasangan hidup. Bahkan ketika kriteria yang diinginkan tersebut tidak cocok di kemudian hari, meskipun sudah terjadi pernikahan maka pihak wanita boleh untuk meminta di ceraikan jikalau ikatan pernikahan tersebut dilanjutkan akan menimbulkan dampak buruk.

Meskipun begitu Rasulullah juga memberikan peringatan kepada para wanita yang seenaknya meminta cerai. Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاَقًا فِى غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

Wanita mana saja yang meminta talak (cerai) tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Daud no. 2226, Tirmidzi no. 1187 dan Ibnu Majah no. 2055.).

Tidak Boleh Ada Paksaan Dalam pernikahan

Seorang wanita dilarang dipaksa untuk menikah meskipun pria yang akan dinikahkan dengan seorang wanita tersebut seorang muslim. Apalagi pernikahan beda agama maka wajib di tolak.

Haram bagi wali seorang wanita untuk memaksanya menikah dengan pria yang tidak dia cintai. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan tentang tugas wali terhadap putrinya sebelum menikah,

لَا تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ

Gadis tidak boleh dinikahkan sampai dia dimintai izin.” (HR. Bukhari 6968 & Muslim 1419).

Dari hadits diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang wanita yang akan dinikahkan harus dimintakan ijinnya terlebih dahulu apakah bersedia atau tidak ketika akan dinikahkan.

Menolak Lamaran Pria

Dari pembahasan diatas maka bisa di ahami bahwa wanita yang di lamar oleh pria maka lamarannya boleh ditolak karena sebab tertentu yang manusiawi. Pernikahan merupakan gerbang menuju kehalalan dalam hidup bersama. Karenanya memiih pasangan hendaknya harus tepat dan sesuai dengan apa yang diinginkannya.

 Menolak Lamaran Pria
Menolak lamaran dalam Islam diperbolehkan. Sumber Unsplash

Meskipun begitu Rasulullah juga memberi petuah lain dalam hal penolakan lamaran. Abu Hurairah mengabarkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ

Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. At-Tirmidzi no. 1084, dihasankan Al-Imam Al-Albani t dalam Al-Irwa’ no. 1868, Ash-Shahihah no. 1022)

Demikian hal mengenai menolak lamaran pria menurut pandangan Islam. Jangan lupa mengkuti artikel lainnya di website ini slaha satunya yang membahas tentang jenis mahar dalam pernikahan. Semoga artikel ini bermanfaat.