Dalam perkembangan zaman yang semakin maju, manusia mulai meninggalkam ajaran agama yang dianutnya dan cenderung kepada materi. Banyak terjadi pernikahan beda agama dimana-mana, artinya mereka tidak lagi menganggap agana sebagai salah satu norma yang harus ditaati. Dan bahkan menganggap agama sebagao’penghambat’ kemajuan.

Akan tetapi banyak juga dari berbagai kalangan terutama umat Islam yang justru semakin mendekat dan taat pada agama. Banyak terjadi fenomena artis hijrah, bermunculan mualaf dari kaum terpelajar, munculnya konsep pernikahan syar’i dan juga ramainya kajian-kajian yang di laksanakan di majelis-majelis. Mereka membahas berbagai fikih termasuk bab pernikahan beda agama.

Yang lebih menggemberikan lagi adalah rata-rata fenomena hijrah tersebut dimotori oleh kaum muda dan juga para dai muda dari berbagai komunitas. Sehinga dengan pahamnya generasi muda dengan agama maka diharapkan mereka para generasi muda bisa mengetahui berbagai fikih termasuk bisa menyikapi dengan kacamata syariah mengenai pernikahan beda agama.

ernikahan Beda Agama

Wanita muslim mutlak tidak boleh menikah dengan pria non muslim. Sumber pexels

Pernikahan beda agama bolehkah?

Pernikahan merupakan ikatan suci dan sakral sehingga dalam pernikahan pada budaya ketimuran pasti melibatkan otoritas agama. Lantas bagaimana dengan pernikahan beda agama?

Wanita muslimah menikah dengan pria non muslim

Wanita muslimah dalam hukum syariat dilarang menikah dengan orang non muslim apapun agamanya baik non muslim ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) maupun golongan musyrik (agama selain Yahudi dan Nashrani, misal Hindu atau Budha). Hal ini mengacu pada ayat al Quran dibawah ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al Mumtahanah: 10)

Sesuai dalil diatas, redaksi ‘janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir’ memberikan gambaran kepada kita bahwa wanita beriman tidak diperbolehkan menikah dengan non muslim meskipun ada sebagian kaum liberal yang mengaku muslim membolehkannya.

Pria muslim menikahi wanita non muslim

Ada beberapa rincian tentang perkara ini sehingga untuk memutuskan perkara pernikahan seperti ini harus mengkaji berbagai dalil. Berikut rinciannya :

Pria muslim menikahi wanita musyrik

Seorang pria muslim dilarang menikahi wanita musyrik secara mutlak. Berdasarkan firman Allah.

وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Dan sungguh wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu” (QS al-Baqarah : 221)

berdasarkan dalil diatas jelas sudah bahwa wanita non muslim yang masuk kategori musyrik (beragana selain yahudi dan nashrani) dikarang keras apapun alasannya. Dan untuk sembelihan dari golongan musyrik pun kita juga dilarang untuk memakannya.

Pria muslim menikahi wanita ahlul kitab

Golongan non muslim yang termasuk ahlul kitan adalah golongan non muslim yang telah menerima ayat Allah sebagai petunjuk meskipun diselewengkan. Oleh karena itu kaum Yahudi yang memiliki kitab Taurot dan Naxhrani yang memiliki kitan Injil merupakan golongan ahlul kitab. Dan dalam menyikapi hal ini ada dua pendapat yang berbeda.

Hukumya haram

Seorang muslim haram menikahi wanita-wanita Ahli Kitab, baik yang merdeka, yang berstatus Ahlu Dzimmah ataupun yang menjaga kehormatannya. Dalilnya adalah firman Allah.

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman” ( QS al-Baqarah : 221)

Ahlul kitab pada pendapat ini termasuk orang yang menyekutukan Allah dengan sesembahan lain. Sehingga orang Yahudi dan juga Nashrani melakukan perilaku musyrik sehingga para wanitanya haram untuk dinikahi.

Hukumnya boleh

Seorang muslim dibolehan menikahi wanita-wanita Ahli Kitab, baik yang merdeka, yang berstatus Ahli Dzimmah, ataupun yang menjaga kehormatannya. Ini sesuai pendapat jumhur ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah (Hanbali). Dasarnya adalah firman Allah:

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ

“Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” (QS al-Maidah: 5)

Selain itu beberapa sahabat telah menikahi wanita-wanita Ahli Kitab. Misalnya Utsman, beliau telah menikahi Nailah binti Al-Gharamidhah Al-Kalbiyyah, padahal ia seorang wanita Nasrani, lalu masuk Islam dengan perantara beliau. Hudzaifah menikah dengan seorang wanita Yahudi dari Al-Madain. Atas dasar itulah menikahi wanita ahlul kitab diperbolehkan.

Pernikahan Beda Agama

Penikahan Islami tentu harus memperhatikan fikih yang ada. Meskipun kadang ada perbedaan pemahaman. Sumber unsplash

Demikian uraian singkat mengenai pernikahan beda agama dalam Islam. Dan kita sebagai muslim yang memiliki keyakinan akan hari pembalasan tentunya memperhatikan aturan agama dalam hal apapun tidak hanya oernikahan.

Bahkan untuk sekedar membuat undangan saja kita dituntut untuk sesuai syariat. Oleh karena itu mengutamakan prinsip syariah adalahpenting. Dan untuk membuat undangan digital yang memenuhi prinsip syariah anda bisa menghubungi undangan digital Jogja yang sudah berpengalaman dan konsen kepada hukum syariah dalam pengerjaannya.