Pernikahan merupakan sesuatu yang membahagiakan. Selain menjadikan jiwa kita menjadi tentram karena tidak lagi kesepian, menikah merupakan perintah agama yang jika kita laksanakan sesuai dengan perintah agama maka akan menjadi nilai pahala. Karena kesadaran itulah maka banyak sekali pasangan muda yang menyelenggarakan nikah pada usia muda dan menikah dengan konsep pernikahan syar’i.

Didalam agam Islam dikenal bahwa ketika menikah maka kita telah melaksanakan separuh agama. Maka tak heran jika pernikahan di dalam Islam merupakan bentuk ibadah yang bernilai sakral atau suci. Jangan sampai pernikahan yang bernilai ibadah tersebut tercoreng dengan amalan perbuatan yang dilarang sehingga kita terjatuh pada pernikahan yang dilarang dalam Islam.

Ada beberapa pernikahan yang dilarang dalam Islam. Bila kita tetap nekat melaksanakannya maka akan mendapat murka dari Allah entah langsung di dunia atau akan ditangguhkan di akhirat. Allah memberikan batasan dalam pernikahan dan menentukan siapa saja yang boleh dinikahi tidak lain adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Salah satu pernikahan yang dilarang dalam Islam yaitu pernikahan mut’ah.

Pernikahan Mut'ah

Allah menurunkan berbagai syariat untuk menjaga martabat manusia itu sendiri, termasuk aturan dalam pernikahan. Sumber pexels

Jangan sampai perbuatan yang kita mengiranya akan mendapat pahala justru malah berujung dosa karena kita tidak mengetahui ilmunya atau kita nekat me;anggar aturan Allah SWT. Maka dibawah ini akan diuraikan mengenai salah satu pernikahan yang dilarang dalam Islam yaitu pernikahan Mut’ah.

Pernikahan Mut’ah

Pernikahan mut’ah adalah salah satu pernikahan yang dilarang dalam Islam. Karena pernikahan ini tidak sesuai dengantujuan menikah. Nikah mut’ah adalah nikah dengan tujuan bersenang-senang dan dilaksanakan pada jangka waktu tertentu misalnya sebulan, dua bulan, setahun dan seterusnya.

Karena pernikahan ini ada jangka waktunya maka setelah waktu yang disepakati telah habis maka pasangan yang telah melangsungkan nikah mut’ah tersebut otomatis bercerai. Hal yang demikian tentu saja sangat merugikan pihak wanita dikarenakan setelah waktu yang disepakati tidak ada tanggungjawab dari pihak pria.

Sejarah dibolehkannya Pernikahan Mut’ah

Pada awalnya Rasulullah membolehkan nikah mut’ah pada masa peperangan. Dengan dikirimnya delegasi prajurit selama berbulan-bulan di medan jihad, Rasulullah khawatir jika para tentara melakukan zina karena berbulan-bulan meninggalkan istri. Maka pada saat itu Rasulullah membolehkan pernikahan mut’ah karena kondisi darurat.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Kitab Musnad-nya meriwayatkan: Dari Jabir bin Abdillah, dia berkata, ”Kami melakukan mut’ah pada zaman Rasulullah Saw, Abu bakar dan Umar, sehingga Umar melarang kami pada akhir masa kekhalifahannya yakni pernikahan mut’ah.”

Dalam hal pelarangan pernikahan mut’ah ini tentu saja Khalifah Umar bin Khattab pada waktu itu menggunakan dalil dantidak serampangan melarang.

Haramnya Pernikahan Mut’ah

Nikah mut’ah dilarang setelah keluar hadits sebagai berikut:

Dari Rabi’ bin Sabrah dari ayahnya ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:” Sesungguhnya aku pernah mengizinkan kalian untuk menikahi perempuan secara mut’ah. Sekarang Allah Swt mengharamkan hal itu sampai hari kiamat. Kemudian siapa yang mempunyai istri hasil nikah mut’ah hendaklah ia melepaskannya dan jangan kalian mengambil sesuatu yang telah kalian berikan kepada mereka.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Sejak keluarnya hadits tentang larangan nikah mut’ah maka para sahabat setelah sepeninggal Rasulullah meninggalkan praktek-praktek pernikahan mut’ah.

Pernikahan Mut'ah

Sekte Rafidhah masih melaksanakan pernikahan mut’ah meski ada larangan syariat. Sumber unsplash

Ada sebagian sekte sesat Syiah Rafidhah yang pada hari ini masih melakukan ritual pernikahan yang dilarang dalam Islam tersebut. Allah mengharamkan sesuatu memang demi kebaikan manusia itu sendiri dan hal ini terbukti dengan kacaunya jalur nasab pada kaum yang masih melaksanakan nikah mut’ah tersebut. Dan tentu saja kita sebagai muslim yang berpedoman kepada Kitabullah dan Sunnah Nabi ,mengingkari perbuatan tersebut.

itulah pernikahan mut’ah yang dilarang dalam Islam. Dengan demikian jelas  sudah bahwa pernikahan adalah ibadah akan tetapi ketika melaksanakan pernikahan yang dilarang syariat maka akan menjadi kemaksiatan. Meskipun zaman telah berganti dunia serba digital bahkan undangan pernikahan saja berubah menjadi file digital akan tetapi syariat dari agama yang lurus ini hukumnya tetap.

Semoga kita diberi petunjuk oleh Allah dalam membina rumah tangga kita dan jangan lupa jika anda berkenan untuk memesan undangan digital untuk pernikahan dengan desain yang atraktif bisa mempercayakan pembuatannya di jasa undangan digital Jogja yang berpengalaman membuat undanga digital dengan desain menarik.