Pernikahan dalam Islam merupakan sarana untuk mempertemukan dua pasang manusia yang berbeda jenis kelamin secara halal dan bahkan berpahala. Bagaimana tidak, segala sesuatu yang tadinya di haramkan menjadi berpahala. Misalnya saja berhubungan suami istri, akan menjadi dosa besar ketika dilakukan tanpa ikatan pernikahan dan akan berbuah pahala jika dilakukan setelah menikah. Itulah sempurnanya Islam.

Tidak hanya di esensi pernikahan saja. Dalam pernikahan, proses dari pernikahan sendiri itupun ada dalam hukum syariat Islam. Jika kita melihat fikih pernikahan, pernikahan yang di laksanakan oleh seorang muslim harusnya sesuai dengan kaidah agama yaitu pernikahan syar’i dan tidak glamor. Bahkan dalam suatu hadits riwayat Bukhari Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk mengundang orang miskin.

شَرُّ الطَّعَـامِ طَعَامُ الْوَلِيْمَةِ، يُدْعَى لَهَـا اْلأَغْنِيَـاءُ وَيتْرَكُ الْفُقَرَاءُ

“Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah, hanya orang-orang kaya yang diundang kepadanya, sedangkan kaum fakir dibiarkan (tidak diundang)”

Restu orangtua sangat diperlukan dalam pernikahan. Apalagi pernikahan konsep syar’i. Sumber flickr

Sebagai seorang muslim tentu kita harus mengetahui konsep pernikahan syar’i. Sehingga ketika kita menyelenggarakan pernikahan secara syar’i maka acara yang kita selenggarakan mendapatkan berkah dari Allah SWT dan tidak termasuk dari acara yang mengandung maksiat kepada Allah.

Adakalanya pernikahan syar’i yang kita idam idamkan mendaparkan berbagai hambatan. Baik dari keluarga atau dari luar keluarga. Oleh karena itu pernikahan syar’i harus dipersiapkan secara matang.

Yang Harus Dipersiapkan Dalam Menyelenggarakan Pernikahan Syar’i

Keyakinan dan kemantapan hati

Modal utama dalam menyelenggarakan pernikahan syar’i adalah keyakinan dan kemantapan hati. Karena dalam pernikahan syar’i akan ada banyak perbrdaan dengan pernikahan yang ada pada masyarakat umumnya. Yakinlah bahwa acara yang akan kita selenggarakan itu adalah dalam rangka taat kepada Allah dan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang pernikahan sesuai syariat.

Pemahaman keluarga dan orang tua

Keluarga adalah pendukung utama kita dalam penyelenggaraan pernikahan baik keluarga mempelai pria atupun wanita. Oleh karena itu harus di pahamkan konsep pernikahan secara syar’i jauh hari sebelum pelaksanaan. Kita bisa melakukan pendekatan kepada orang tua atau orang yang berpengaruh di dalam keluarga.

Mulailah diskusi dengan orang tua tentang fikih pernikahan, membicarakan acara pernikahan syar’i dari seorang artis atau tokoh misalnya atau membahas kekhawatiran-kekhawatiran yang timbul ketika keluarga menyelenggarakan pernikahan seperti ini. Yakinkanlah bahwa pernikahan syar’i bukan sebuah aib atau keanehan. Karena di tempat lain sudah umum di selenggarakan.

Konsep pernikahan

Siapkan konsep pernikahan secara matang. Karena pernikahan syar’i membutuhkan penanganan yang berbeda dengan pernikahan pada umumnya. Kita harus memikirkan penataan tempat duduk, penataan waktu ijab qabul, petugas pramusaji, petugas penyambut tamu dan juga susunan acara. Karena tamu pria dan wanita harus terpisah maka kita membentuk kepanitiaan juga harus terpisah dalam penugasannya. Panitia putra menangani tamu putra dan panitia putri menangani tamu putri.

Alangkah lebih baiknya jika konsep pernikahan syar’i ini juga kita konsep dalam undangan yang kita buat. Selain tanpa menggunakan foto prewedding, dalam undangan pernikahan yang akan kita buat bisa di cantumkan pemberitahuan bahwa tamu pria dan wanita tempat duduknya di pisah. Sehingga tamu undangan mengetahui keadaan di tempat pernikahan sehingga bisa bersiap untuk menempatkan diri ketika menghadirinya. Konsep undangan syar’i juga sudah disediakan oleh produsen undangan digital.

Pakaian dan rias pengantin

Salah satu yang tidak boleh ditinggalkan adalah pakaian dan rias pengantin. Jangan sampai ketika kita sudah menyusun konsep pernikahan sedemikian rupa tetapi dalam berpakaian dan rias pengantin ketika hari pernikahan malah keluar dari tatanan syariat.

Yang diperhatikan dalam busana pengantin bagi mempelai wanita adalah tidak memperlihatkan lekuk tubuh, kerudung menutupi dada dan juga tebal atau tidak transparan. Sedangkan dalam rias pengantin dalam kehidupan keseharian, diharamkan untuk mencukur alis dan menyambung rambut. Selain itu dalam berdandan juga tidak boleh berlebihan.

Siapkan mental dan persiapan lainnya ketika akan melangsungjan pernikahan syar;i. Sumber flickr

Demikian persiapan dari penyelenggaraan pernikahan syar’i yang harus kita tahu. Dengan adanya pernikahan syar’i diharapkan semua acara dalam rangkaian pernikahan di hitung sebagai ibadah oleh Allah SWT. Jogjakarta yang merupakan rumah dari berbagai jama’ah dan komunitas keagamaan tidak asing lagi dengan konsep pernikahan syar’i. Oleh karena itu bagi anda yang berminat menyelenggarakan pernikahan syar’i bisa membuat undangan digital di undangan digital Jogja yang sudah berpengalaman dalam pembuatan undangan digital. Dengan undangan digital didalamnya bisa kita sisipi konten edukasi kepada masyarakat tentang pernikahan syar’i.