Pernikahan dalam suatu masyarakat yang masih memegang tradisi leluhur dengan kuat merupakan peristiwa sakral. Sehingga dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan adat yang sudah ada dan tidak boleh melanggar aturan yang sudah ditentukan.

Karena itulah untuk mencari keuntungan lebih banyak juga Even Organizer Pernikahan mengambil peluang bisnis dari acara pernikahan yang memiliki urutan prosesi yang kompleks tersebut dengan memberikan layanan dan tuntunan prosesi adat. Selain itu mereka juga menyediakan perlengkapan yang diperlukan.

Pernilahan Adat Jawa

Pernikahan sesuai adat dinilai kurang praktis dan mulai ditinggalkan sebagian masyarakat. Sumber IG @mgsmultimedia

Seperti adat Jawa dan juga masyarakat di nusantara pada umumnya, pernikahan yang benar-benar sesuai dengan adat istiadat akan melewati beberapa step prosesi adat yang njlimet dan memakan waktu lama. Sehingga tak jarang jika orang jawa terutama yang masih memegang tradisi dengan kuat akan melangsungkan pesta pernikahan berhari-hari. Hal ini dikarenakan ada beberapa ritual yang harus dilakukan sebelum memasuki hari H pernikahan.

Tradisi prosesi pernikahan jawa yang mulai ditinggalkan

Saat ini banyak tren yang bergeser dari golongan masyarakat yang mulai berpikir praktis. Sehingga ketika melaksanakan hajatan pernikahan mereka hanya menyelenggarakan prosesi yang memang perlu diselenggarakan. Mungkin karena adat jawa terlalu ribet, memakan waktu dan tenaga maka ritual adat pada prosesi pernikahan Jawa mulai ditinggalkan. Berikut prosesi adat jawa yang mulai ditinggalkan.

Pingitan

Ada kepercayaan Jawa yang sifatnya mistis mengatakan bahwa darah calon pengantin wanita itu terasa manis. Maka untuk menghindari gamgguan dan kejadian yang tidak diinginkan calon mempelai wanita tidak diperkenankan keluar rumah sampai menikah. Tetapi generasi muda sekarang sudah tidak mempercayai hal-hal mistis dan tidak masuk akal, sehingga adat seperti ini mulai ditinggalkan.

Siraman

Siraman adalah wujud dari penyucian diri dari kotoran yang menempel. Maka sebelum melaksanakan prosesi pernikahan kedua calon mempelai harus dibersihkan dengan diguyur air kembang. Untuk memandikan calon mempelai diperlukan tujuh orang yang akan mengguyur kedua mempelai dengan air kembang. Sebagian besar orang jawa ketika melangsungkan pernikahan sudah meninggalkan ritual ini.

Midodareni

Midodareni merupakan acara silaturahmi keluarga mempelai pria kerumah mempelai wanita. Waktu pelaksanaannya adalah malam hari sebelum acara pernikahan di gelar. Acara adat ini adalah simbol dari silaturahmi. Acara seperti ini sudah ditinggalkan. Biasanya cukup dengan acara srah-srahan saja yaitu acara kunjungan keluarga mempelai pria kepada mempelai wanita dengan membawa barang-barang atau uang yang dijadikan ‘modal’ pesta pernikahan. Dan waktu dari srah-srahan ini tidak terikat ketentuan.

Injak Telur

Prosesi ini dilakukan saat sudah ijab qabul. Kedua mempelai berjalan beriringan dan menginjak telur yang tilah di letakkan dibawah. Setelah telur diinjak, mempelai wanita membersihkan kaki mempelai pria menggunakan air. Prosesi ini simbol bakti istri kepada suami.

Sikepan Sindur

Setelah prosesi injak telur selesai, maka masuk pada prosesi sikepan sindur. Yaitu prosesi dimana sang Ibu membentangkan kain Sindur kepada kedua mempelai secara memutar sehingga kedua mempelai terbelenggu kain tersebut dan kemudian kedua mempelai memasuki pelaminan dengan dituntun sang ayah. Ritual ini merupakan simbol harapan dari orangtua agar pasangan ini dengan memperhatikan tuntunan dari orang tua tidak tercerai berai.

Dulang dulangan

Prosesi ini merupakan lambang dari saling tolong menolong, saling memberi dan saling menerima antara suami dan istri. Kedua mempelai saling menyuapi dengan nasi kuning dan cukup dengan tiga sendokan saja. Ritual ini mulai jarang dilakukan oleh masyarakat yang melangsungkan pernikahan.

Sungkeman

Dengan bersimpuh dihadapan kedua orangtua, mempelai peia dan wanita memohon restu kepada keduanya. Prosesi sungkeman dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan juga permohonan doa restu agar keluarga yang dibangun oleh kedua mempelai sakinah, mawadah, warrahmah.

Pernikahan Adat Jawa

Banyak generasi muda kurang tertarik mempelajari budaya leluhur. Sumber IG @yoomrj

Demikian beberapa ritual pernikahan adat Jawa yang mulai ditinggalkan masyarakatnya. Dengan kemajuan teknologi dan pola pikir masyarakat yang lebih praktis dan mengutamakan logika prosesi yang sekiranya tidak bermanfaat mulai ditinggalkan. Ditambah lagi minimnya generasi muda yang mau belajar adat dan budaya warisan leluhur.

Seiring perkembangan teknologi digital, masyarakat juga beralih dari penggunaan undangan kertas berpindah dengan menggunakan undangan digital. Dengan undangan digital, penyampaian undangan bisa tepat waktu dan lebih praktis. Perusahaan jasa undangan digital Jogja juga berkembang pesat hal ini merupakan pertanda bahwa tren masyarakat juga bergeser.