Bicara tentang pernikahan yang selalu ada di benak kita adalah pesta, makanan, berkumpulnya orang-orang berbagai usia dan jenis kelamin jadi satu di suatu tempat. Atau kesan mewah dan glamor dan lain sebagainya. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan di usahakan sebagus mungkin dan sesempurna mungkin baik segi acara, segi peserta ataupun segi pendanaan.

Dalam kehidupan masyarakat terutama di Indonesia, kita telah mengenal pernikahan secara adat. Yaitu pernikahan yang mengacu pada adat atau budaya di suatu tempat. Baik berupa pakaiannya maupun segi acaranya. Pernikahan secara adat biasanya di lalui dengan berbagai ritual yang terkadang membikin ribet. Kalau di Jawa ada ritual lempar-lemparan daun sirih, ritual menginjak telur dan lain-lain. Itu merupakan ritual ketika resepsi atau akad nikah. Belum lagi ritual pra resepsi masih banyak lagi.

Pernikahan Syar'i

Pernikahan Syar’i

Tetapi akhir-akhir ini mulai populer dengan istilah pernikahan konsep syar’i. Pernikahan ini adalah pernikahan dengan memperhatikan kaidah hukum syariat yang biasanya merupakan pernikahan yang sederhana dan Islami. Mungkin ada yang menganggap konsep pernikahan ini adalah konsep pernikahan gaya arab. Hal itu merupakan salah besar. Karena di tanah arab sendiri meskipun mayoritas muslim, masih banyak pernikahan yanh tidak memperhatikan kaidah syariat. Kita bisa melihat konsep pernikahan syari di bawah ini:

Konsep Pernikahan Syar’i

Mempelai wanita dan pria tidak di sandingkan

Mungkin terlihat aneh ketika ada pernikahan yanh memisahkan antara pengantin pria dan pengantin wanita. Tetapi hal itu telah diatur oleh syariat bahwa wanita adalah makhluk yang harus di muliakan. Sehingga bentuk memuliakan wanita adalah dengan tidak memajangnya dan menjadi ‘tontonan’ tamu undangan. Maka dari itulah mempelai wanita dan pria tidak disandingkan baik waktu di tempat pelaminan atupun ketika acara ijab qabul.

Tamu pria dan wanita dipisah tempat duduknya

Didalam Islam pernikahan adalah ritual suci yang sangat bernilai ibadah. Dan kita bisa melihat bahwa kegiatan ibadah di dalam Islam pasti di pisah antara pria dan wanita. Baik ketika pengajian, sholat jamaah atau pertemuan lainnya. Percampuran pria dan wanita dalam Islam dokenal dengan nama ikhtilat, dan hal itu dilarang. Bolehnya ikhtilat adalah ketika di kehidupan umum semisal di pasar, supermarket dan tempat lainnya yang kita tidak bisa merancang untuk pemisahan kegiatan pria dan wanita.

Tempat makan tamu pria dan wanita dipisah

Konsekuensi dari dipisahnya tamu pria dan tamu wanita adalah tempat makan yang juga dipisah. Selain itu para pramusaji yamg melayani tamu undangan juga disesuaikan. Pramusaji pria melayani tamu pria dan pramusaji wanita melayani tamu wanita. Selain itu biasanya kursi tamu di siapkan banyak, sehingga tidak ada yang makan sambil berdiri.

Make up mempelai wanita tidak berlebihan

Didalam Islam, meskipun berdandan itu diperbolehkan, akan tetapi dibatasi. Batasan dalam make up adalah jangan sampai make up mempelai wanita menjadikan wajah wanita lain dari biasanya. Allah menciptakan makhluk dengan sesempurna mungkin, sehingga kita tidak diperkenankan untuk merombak dari bentuk aslinya. Maka jangan sampai make up mempelai wanita malah akan merubah wajah mempelai wanita menjadi seperti wajah orang lain. Selain itu mencukur alis dan menyambung rambut juga di haramkan dalam Islam.

Pakaian mempelai wanita tidak boleh melanggar syariat

Pakaian dalam Islam adalah menutup aurat, longgar dan tidak transparan. Hal itu juga berlaku pada pernikahan. Selain itu kerudung yang terjulur menutup dada juga tidak boleh ketinggalan.

Masalah musik dalam pernikahan

Ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai musik. Pendapat pertama menggunakan alat musik mutlak di haramkan dan pendapat kedua musik iperbolehkan dengan batasan tertentu. Biasanya dalam pernikahan, terutama pernikahan konsep syar’i, kita bisa memilih musik yang sesuai dengan keyakinan kita tentang dalil musik. Misalnya musik sholawatan dengan rebana. Jangan sampai ketika kita membuat pernikahan konsep syar’i malah memutar musik dangdut. Alangkah lebih amannya lagi jika kita memutar musik acapella, yaitu musik yang tanpa alat. Hanya olah vokal saja. Sehingga tamu undangan yang meyakini bahwa musik mutlak haram tetap bisa datang karena dengan musik acapella mereka tidak terganggu dengan suara alat musik.

Konsep Pernikahan Syari

Pernikahan Syari

Demikian konsep pernikahan syar’i yang bisanaya di laksanakan oleh masyarakat muslim. Dan tentu saja undangan yang diedarkan juga harus memenuhi konsep syariah yaitu tanpa ada gambar yang membuka aurat, gambar tabarruj atau foto prewedding. Untuk konsep undangan syar’i bisa menggunakan undangan digital yang kahir-akhir ini mulai digemari.