Pernikahan adalah suatu momen yang ditunggu-tunggu oleh sepasang pemuda dan pemudi yang akan menghalalkan hubungan cinta mereka. Dengan melaksanakan pernikahan apalagi pernikahan konsep syar’i selain hubungan percintaan menjadi halal, segala usaha dalam membangun rumahtangga baik mendidik anak, mencari nafkah dan usaha lainnya akan mendapat nilai ibadah disisi Allah Ta’ala ketika dilakukan dengan cara yang ma’ruf.

Dalam membina hubungan antara pria dan wanita sebelum menuju ke tahap pernikahan, baik itu pembinaan hubungan melalui jalur syar’i yaitu ta’aruf ataupun hubungan yang diharamkan seperti pacaran terkadang ada saja kendala yang dihadapi. Berbagai kendala yang dihadapi seringkali menyebabkan kegagalan dalam menjalin hubungan.

Hukum Istri Keluar Rumah
Pernikahan adalah Penghalalan hubungan cinta antara pria dan wanita/ Sumber Unsplash

Ada pula yang sudah melangsungkan pernikahan dan sudah dipastikan halal hubungan percintaannya karena ketidakcocokan maka diperjalanan terjadi keretakan hubungan. Dari keretakan hubungan dan berkelanjutan dengan perpisahan tersebutlah muncul istilah ‘mantan’.

Dan pada artikel ini akan dibahas mengenai mengundang mantan dalam acara pernikahan yang tentu saja pernikahan tersebut diselenggarakan dengan calon mempelai yang baru setelah terjadi keretakan hubungan dengan sang mantan.

Lantas bagaimana hukum mengundang mantan dalam acara pernikahan menurut Islam? Apakah ada pembahasan seperti ini? Artikel website Undangan Digital Jogja kali ini akan mengulas hal ini. Silahkan disimak.

Keharusan Mengumumkan Pernikahan

Dalam agama Islam, syariat yang agung ini sudah mengatur sedemikian rupa agar segala sesuatu yang dilaksanakan ada mekanisme solusi yang ditawarkan, salah satunya adalah mengenai hubungan yang diharamkan sebelum pernikahan.

Seseorang yang membina hubungan percintaan antara pria dan wanita dengan hubungan yang diharamkan (pacaran) maka ketika yang bersangkutan sudah sadar dan bertaubat akan perbuatannya harus memilih satu diantara dua pilihan yaitu harus menghalalkan hubungan dengan menikah atau berpisah dan tidak ada lagi hubugan khusus.

Jika pilihan jatuh pada menghalalkan hubungan maka penghalalan hubungan dalam hal ini pernikahan harus di umumkan kepada khalayak ramai agar tidak menjadi fitnah di kemudian hari. Hal ini sesuai dengan perintah Nabi saw. Beliau bersabda melalui riwayat Zubair bin Awam r.a.:

أعلنو النكاح.

Umumkanlah nikah.” (H.R. Ahmad)

Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal mengutip pernyataan Imam Malik lebih tegas lagi. Beliau tegaskan dalam kitabnya :

وقال أبو بكرعبد العزيز النكاح باطل، لأن أحمد قال: إذا تزوج بولي وشاهدين: لا، حتى يعلنه، وهذا مذهب مالك

Sementara Abu Bakr Abdul Aziz, mengatakan, nikahnya batal. Ada riwayat dari Imam Ahmad, beliau ditanya, “Jika orang menikah, apakah cukup dengan wali dan dua saksi?” jawab beliau, “Belum cukup, sampai diumumkan.” Dan ini pendapat Imam Malik. (al-Mughi,7/428).

Dari pemaparan diatas pernikahan harus diumumkan kepada handai taulan, sahabat, teman dan lainnya agar mereka tahu bahwa hubungan yang dijalin antara pria dan wanita yang mereka kenal sudah halal. Salah satu cara mengumumkannya adalah dengan mengundang mereka ke pernikahan.

Mengundang Mantan Dalam Acara Pernikahan

Seseorang yang penting untuk diberi tahu kabar kehalalan hubungan antara pria dan wanita maka hendaknya diundang dalam pernikahan termasuk dalam hal ini adalah ‘sang mantan’. Apa alasan mengundang sang mantan dalam pernikahan ? Dibawah ini alasan seseorang mengundang sang mantan dalam pernikahan.

Tetap menjalin silaturahim

Meskipun sudah berpisah, dan sudah tidak memiliki hubungan khusus maka silaturahim harus senantiasa dijaga. Dengan mengundang sang mantan ke pernikahan menunjukkan bahwa yang bersangkutan masih ingin menjalin silaturahim dengan seseorang yang dulu pernah mengisi relung hatinya, baik dulunya merupakan hubungan haram (pacaran) atau hubungan syar’i (hubungan pernikahan atau baru ta’aruf).

Sebagai sarana dakwah

Ini berlaku bagi mantan yang menjalin hubungan haram (pacaran) yang memilih mundur daripada dihalalkan dalam hubungannya. Dengan mengundang mantan pacar maka secara tidak langsung memberi gambaran kepada mantan pacar bahwa hubungan yang dihalalkan adalah hubungan pernikahan. Apalagi jika pernikahannya adalah pernikahan konsep syar’i maka akan banyak pelajaran yang akan dipetik.

Tetapi kadang maksud baik belum tentu ditanggapi dengan penerimaan yang baik. Adakalanya maksud baik yang di sampaikan diterima dengan pemahaman berbeda. Tetapi sebagai pengundang hal tersebut tidak perlu dirisaukan.

Keharusan Menghadiri Undangan

Seseorang yang sudah diundang ke suatu undangan walimahan wajib mendatangi walimahan tersebut selama sesuai dengan tradisi pernikahan muslim dan tidak terdapat unsur kemaksiatan kepada Allah Ta’ala. Bersandar pada hadis Nabi, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا دُعِىَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيمَةِ فَلْيَأْتِهَا

Jika salah seorang di antara kalian diundang walimah, maka hadirilah.” (HR. Bukhari no. 5173 dan Muslim no. 1429)

Mengundang Mantan Dalam Acara Pernikahan
Dalam usaha menjalin silaturahim tidak perlu membeda-bedakan undangan. Sumber Unsplash

Dan Abu Hurairah juga mengatakan mengatakan dalam riwayatnya,

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ ، وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ ، وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْوَةَ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ – صلى الله عليه وسلم –

Sejelek-jelek makanan adalah makanan pada walimah yang di mana diundang orang-orang kaya saja dan tidak diundang orang-orang miskin. Siapa yang meninggalkan undangan tersebut, maka ia telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari no. 5177 dan Muslim no. 1432).

Dari uraian diatas maka seseorang yang diundang ke walimahan baik ia orang biasa atau orang yang pernah berada di posisi spesial di hati pengundang maka wajib mendatangi undangan tersebut.

Demikian artikel mengenai mengundang mantan dalam acara pernikahan yang bisa kami sampaikan. Jangan lupa ikuti terus artikel di UndanganDigital.Com yang salah satunya mengulas tentang pernikahan yang diharamkan. Terimakasih.